Bimbingan
karir juga merupakan salah satu bidang dalam bimbingan dan konseling yang ada
di sekolah. Menurut Winkel (2005: 114) bimbingan karir adalah bimbingan dalam
mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau
jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan
itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapanan
pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana
pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai
bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap
pengalaman belajar bidang studi. Bimbingan karir merupakan aktivitas yang
dilakukan konselor diberbagai lingkup dengan tujuan menstimuli dan memfasilitasi
perkembangan karir seseorang disepanjang usia bekerjanya.
Aktivitas
ini meliputi bantuan dalam perencanaan karir, pengambilan keputusan dan
penyesuaian diri. Winkel (2004: 631) menjelaskan pengertian karier yang
mencakup seluruh aspek kehidupan seseorang,yang dalam hal ini meliputi tiga
aspek yakni (a) peran hidup (life role), misalnya sebagai pekerja, anggota
keluarga, anggota masyarakat, (b) lingkungan hidup (life setting) misalnya
dalam keluarga, sekolah, lingkungan pekerjaan, (c) peristiwa kehidupan (life
event), misalnya saat masuk pekerjaan, perkawinan, pindah tugas, kehilangan
pekerjaan,mengundurkan diri dari suatu pekerjaan.Individu mengembangkan peta
kognitif pekerjaan berdasarkan dimensi maskulinitas atau feminitas dari
pekerjaan, prestise pekerjaan dan bidang pekerjaan. Melalui bimbingan dan
konseling karir di sekolah, peserta didik dapat memperoleh layanan informasi
karir yang lebih terencana, sistematis, dan terfokus. Dengan demikian peserta
didik dapat dipersiapkan dan dibantu untuk merencanakan hari depannya dan lebih
termotivasi dalam belajar demi mencapai cita-citanya.
Hal ini seperti dijelaskan oleh Winkel (2010:
113) bahwa “ragam bimbingan karir berkaitan erat dengan komponen bimbingan
penempatan (placement), yang mencakup semua usaha membantu peserta didik
merencanakan masa depannya selama masih di sekolah dan setelah tamat, memilih
program studi lanjutan sebagai persiapan kelak memegang jabatan tertentu.”

No comments:
Post a Comment