Followers

Tuesday, December 10, 2019

Mulai Mengenalinya

Kami ingin mempersembahkan artikel ini kepada mereka yang masih mencari apa itu karir dan bagaimana cara memilih karir dengan baik.

Selamat menempuh perjalanan terjauh dalam hidup.😙


Pada usia SMA,seseorang seharusnya telah mengambil keputusan karir. Untuk dapat memilih dan merencanakan karir secara tepat,dibutuhkan kematangan karir.Kematangan karir meliputi pengetahuan akan diri, pengetahuan tentang pekerjaan ,kemampuan memilih suatu pekerjaan dan kemampuan untuk merencanakan langkah langkah menuju karir yang diharapkan (Crite 1978). Pilihan karir dan langkh langkah pendidikan dan pelatihan yang tepat akan mengantar seseorang menjadi individu yang mempunyai daya saing dalam bursa kerja. Sebaliknya,rendahnya kematangan karir dapat menyebabkan kesalahan dalam mengambil keputusan karir ,termasuk kesalhan dalam menentukan pendiikan lanjutan.


Peserta didik akan selalu dihadapkan dengan sejumlah alternatif, baik yang berhubungan kehidupan pribadi, sosial, belajar maupun kariernya. Mereka sering mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan dalam menentukan alternatif mana yang harus dipilih. Salah satunya adalah kesulitan dalam memahami diri yang berkaitan dengan karirnya dan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan rencana-rencana karier yang akan dipilih untuk masa depannya.Kesulitan-kesulitan untuk mengambil keputusan karier dapat dihindari ketika siswa memiliki sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia kariernya.Karena itu mereka perlu mendapatkan layanan informassi karir, bimbingan dan pendampingan secara penuh supaya memperoleh pemahaman yang memadai tentang berbagai kondisi dan karakteristik dirinya, baik tentang bakat, minat, cita-cita, berbagai kekuatan serta kelemahan yang ada dalam dirinya dan tidak salah dalam menentukan karir yang dipilihnya.


     Berbicara soal karir, ada banyak masukan dan saran yang bisa dipertimbangkan demi kebutuhan dan kebaikan karir diri sendiri. Dari sekian banyak saran dan masukan, semuanya tentu bisa dijadikan pertimbangan untuk diaplikasikan.


Karir merupakan kebutuhan yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seseorang tenaga kerja, sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Pengembangan karir harus dilakukan melalui penumbuhan kebutuhan karir tenaga kerja, menciptakan kondisi dan kesempatan pengembangan karir serta melakukan penyesuaian antara keduanya melalui berbagai mutasi personal (Bambang Wahyudi, 161).


Secara umum dapat dikatakan bahwa suatu karir akan berisi kenaikan tingkat dari tanggungjawab, kekuasaan dan pendapatan seseorang (Bambang Wahyudi, 162). Pandangan yang lebih luas daripada karir adalah sebagai suatu rangkaian atas sikap dan prilaku yang berkaitan dengan aktifitas pekerjaan dan pengalaman sepanjang kehidupan seseorang (individually perceived sequence of attitudes and behaviors associated with work-related activities and experiences over the span of a person’s life, Bernardin, 194). Senada dengan itu Malthis menyatakan bahwa karir adalah rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempati seseorang sepanjang hidupnya (hal.342). Konsep baru tentang karir adalah protean career yaitu karir yang senantiasa berubah seiring berubahnya minat, kemampuan, nilai dan lingkungna kerja seseorang (Noe, 378).

Menurut Gibson dkk. (1995: 305) karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus berkelanjutan. Dengan demikian karir seorang individu melibatkan rangkaian pilihan dari berbagai macam kesempatan. Jika ditinjau dari sudut pandang organisasi, karir melibatkan proses dimana organisasi memperbaharui dirinya sendiri untuk menuju efektivitas karir yang merupakan batas dimana rangkaiandari sikap karir dan perilaku dapat memuaskan seorang individu.
Menurut Greenhaus (1987: 5) yang dikutip oleh Irianto (2001: 93) terdapat dua pendekatan untuk memahami makna karir, yaitu : pendekatan pertama memandang karir sebagai pemilikan (a property) dan/atau dari occupation atau organisasi. Pendekatan ini memandang bahwa karir sebagai jalur mobilitas di dalam organisasi yang tunggal seperti jalur karir di dalam fungsi marketing, yaitu menjadi sales representative, manajer produk, manajer marketing distrik, manajer marketing regional, dan wakil presiden divisional marketing dengan berbagai macam tugas dan fungsi pada setiap jabatan.
Menurut Anne Roe Menurut Anne Roe (dalam Sukardi, 1987:55) mengungkapkan bahwa pola perkembangan arah pilihan pekerjaan terutama sangat ditentukan oleh kesan pertama yaitu pada masa bahwa bayi dan kanak-kanak, berupa kesan atau perasaan puas atau tidak puas, selanjutnya akan berkembang menjadi suatu kekuatan yang berupa energi psikis.

Donald E. Super menyatakan bahwa pemilihan karir dapat juga diartikan sebagai kematangan bekerja dan konsep diri (self-concept) merupakan dua proses perkembangan yang berhubungan dan merupakan tulang punggung dari teori yang dikemukakannya (Donald E. Super (dalam Sukardi, 1987:65).


Hoppock (Sukardi, 1987:70) menambahkan bahwa pemilihan karir adalah pekerjaan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan yang dimaksud disini diantaranya kebutuhn fisik seperti makanan, pakaian, tempat berteduh, dan sebagainya. Kebutuhan psikologis, di antaranya kebutuhan disayangi, kebutuhan untuk dihormati dan dihargai orang lain.


Berdasarkan beberapa teori dari tokoh-tokoh diatas maka, dapat disimpulkan bahwa penentuan arah pilihan karir berasal dari sikap atau perilaku dari individu itu sendiri, selain itu individu mampu menentukan arah dan tujuan dalam kehidupan agar menjadi individu yang lebih baik dalam melaksanakan suatu pekerjaan 

 

No comments:

Post a Comment